nuaimy
tentang nuaimy
Latest Post

Beginilah Dai Sejati


BEGINILAH DAI SEJATI   
Oleh Yanuar Rizki Pahlevi

 Ketika itu, ada dua pemuda yang tengah berdakwah kepada kaum Kota. Jumlah mereka amat sedikit apabila dibandingkan dengan penduduk Kota itu sendiri. Tapi, mereka tidak peduli. Apapun bentuk dan seberapapun jumlah yang harus dihadapi, tiadalah berbanding dengan Mahabesarnya Allah sebagai tujuan segala perjuangannya.

            Pun, sebagaimana banyak cerita orang. Menyeru, mengajak, apalagi kepada manusia, terlebih menyerunya adalah kepada kebenaran, bukanlah hal yang mudah. Senantiasa ada batu uji yang khas bagi setiap generasi. Allah telah menjanjikan ujian-ujian itu, baik berupa kesedihan, kemiskinan, kelaparan, bahkan ujian berupa buah-buahanpun Allah janjikan untuk dihadapi kaum beriman.

            Adalah dua pemuda itu dikisahkan dalam permulaan surah Yaasiin. Diceritakan dua pemuda itu kemudian melancarkan dakwahnya kepada penduduk Kota. Tapi belum juga membuahkan hasil yang memuaskan. Bahkan, penduduk Kota justru mendustakan seruan dakwah itu. Sampai-sampai, Allah mengutus kembali seorang utusan untuk menguatkan dua orang pemuda yang pertama.

            Bertambahnya kekuatan dalam barisan dakwah adalah keberkahan. Bertambahnya kekuatan kader dakwah adalah sebuah hadiah dari Allah untuk terus melipatgandakan cakupan-cakupan dakwah. Bertambahnya kekuatan adalah bukti betapa Allah mencintai hambaNya yang senantiasa menyebarkan risalah kebenaran.

            Sampai kemudian, ketiganya berseru kepada penduduk Kota, “Sesungguhnya kami adalah utusan Allah…” Sebuah seruan yang tulus. Sebuah penyampaian yang apa adanya bahwa apa-apa yang dibawa oleh ketiganya bukanlah kreatifitas individu yang bisa sangat liar. Namun yang dibawa ketiganya adalah apa-apa yang diperintahkan oleh Allah untuk disebarkan. Apa yang dibawa ketiganya adalah apa yang Allah berikan kepada manusia agar manusia berada dalam jalan keselamatan.

            Tapi, apa jawaban penduduk kota terhadap seruan ini? Mereka menjawab, “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka.” Siapa yang hatinya tak perih? Mencintai umat dengan menyampaikan risalah akhirat justru disematkan label pendusta belaka?

            Ah, iya. Dahulu, Rasulullah bergelar Al-Amin -yang bisa dipercaya-, tapi pemuka Quraisy tetap banyak yang mendustakan risalah kenabiannya. Segala cacian dan makian tidak juga melunturkan semangat Rasulullah dalam menyebarkan risalah Islam. Begitu pula, ketiga pemuda dalam surat Yaasiin. Sematan ‘Pendusta Belaka’ bukanlah penilaian yang penting untuk difikirkan. Ada yang jauh lebih penting, yaitu penilaian Allah yang Mahatinggi.

            Bahkan, kejujuran itu makin bertambah-tambah, ketiga pemuda itu mengatakan, “Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu, dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan perintah Allah dengan jelas.” Penyampaian visi dakwah telah jelas secara gamblang dan transparan. Bahwa sejatinya, berada di jalan dakwah bukanlah untuk yang lain kecuali hanya menyampaikan perintah Allah dengan jelas.

            Berbicara kepada manusia, bahkan dengan bahasa kejujuranpun, yang nampak tetaplah kebencian. Ya. Kebencian yang diada-adakan. Penduduk Kota menjawab, “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti menyeru kami, niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami!”

            Apa kabar hati andai kitalah yang berada diposisi ketiga pemuda itu? Mundur? Takut? Mungkin, inilah yang disebut air susu dibalas dengan air tuba. Cinta dibalas dusta. Madu dibalas racun. Ketulusan berdakwah bukan saja disematkan label pendusta, tapi juga dianggap sebagai sumber kemalangan. Fitnah semakin menjadi ketika keberanian semakin meninggi. Ujian semakin berat ketika tekad semakin kuat terpatri dalam hati.

            Dituduh sebagai pembawa kemalangan bukanlah sesuatu yang mudah. Dianggap pembawa kehancuran, pemecah persatuan umat dan lain sebagainya. Tapi Allah, melalui Al-Quran meyampaikan kepada kita bahwa ujian itu akan kita lewati. Dituduh sebagai pembawa kemalangan. Dan tidak berhenti sampai disitu. Bukan sekedar dianggap pembawa kehancuran, tetapi juga ancaman rajam yang berarti kematian. Ya, diancam!

            Begitulah jalan dakwah itu. Banyak orang mencatatkan bahwa perjalanannya menanjak, penuh onak dan duri, bahkan banyak penentang, lagi sedikit orang yang mau melaluinya.

            Tetapi ketiga pemuda tadi tidaklah berhenti. Keyakinan akan Allah yang telah menancap di hati-hati mereka kian kuat. Tidak mampu digoyahkan dengan ancaman rajam dari lisan-lisan yang pada akhirnya mereka tetap cintai sebab Allah, sehingga mereka menjawab, “Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri, apakah jika kamu diberi peringatan kamu bernasib malang? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.”

            Bahkan, logika telah dimainkan dalam berdakwah. Bagaimana mungkin peringatan adalah nasib buruk? Bukankah justru ia termasuk ke dalam nasib baik? Sebab tidak semua orang mendapatkan peringatan hingga terjerumus masuk ke dalam kubangan dosa. Bahkan kali ini ada pemuda dari penduduk Kota yang lari tergopoh-gopoh dari ujung Kota menyampaikan kepada kaumnya, “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu..! Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu dan mereka adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.” Kini, satu dari penduduk Kota yang telah memfitnah utusan Allah rupanya telah mendapatkan hidayah dariNya. Sampai ia-pun ikut menyeru kaumnya untuk mengikuti tiga utusan Allah itu. Bahkan, ia menutup dengan nada bertanya, “Mengapa aku tidak menyembah Tuhan yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu semua dikembalikan?” Lagi-lagi, logika dimainkan.

            Kemudian Ibnu Katsir dalam tafsirnya menuliskan ketiga pemuda utusan Allah itu dihabisi penduduk Kota yang tetap menolak dakwahnya. Tidak tanggung-tanggung, peristiwa itu menyebabkan ketiganya meninggal dunia. Duhai… Bahkan, setelah ada pengakuan iman dari salah satu penduduk Kotapun, ancaman bahkan ujian kematian tetap datang, dan Allah hadiahkan surga kepada ketiganya.

            Hingga ketika mereka merasakan indahnya surga, bukan syukur yang mereka ucap. Bukan nikmatnya surga yang mereka wujudkan menjadi kata yang pertama kali mereka ucapkan.    Tetapi yang pertama kali mereka ucapkan ketika menginjak surga adalah, “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui… “(Yaasiin[36]: 26)

Sudah seperti apakah ujian dakwah kita, sampai kita berani berfikir tentang lelah dan kecewa?
Dakwatuna.com

Hikmah Saat Musibah; Tobat Saat Maksiat

Hikmah Saat Musibah; Tobat Saat Maksiat 

dakwatuna.com -“Sudahlah, jangan bersedih. Kau yakin saja, pasti ada hikmah yang bisa dipetik dari masalah ini.” Demikian sebuah nasihat yang diberikan kepada orang yang sedang dirundung kesedihan karena baru ditinggalkan kekasih, padahal dia sudah terlanjur berbadan dua akibat hubungan di luar nikah. Kekasihnya berjanji akan bertanggung jawab, apa pun resikonya. Namun ketika semua sudah terjadi, dia baru menyadari bahwa dirinya belum siap untuk membina rumah tangga. Hebatnya syahwat, bisa membutakan akal sehat manusia. Begitu syahwat dilampiaskan, kembalilah kesadaran akal sehatnya.

Hal semacam ini sering kita saksikan di banyak kesempatan di masyarakat. Sebagian orang berinisiatif menghibur saudaranya yang sedang bersedih dan kebingungan karena terlanjur melakukan sebuah dosa. Sedang merasakan sebagian kecil dari balasan Allah swt. Bagaimana kita memandang sikap seperti ini?

Hikmah Saat Musibah
Takdir adalah rahasia Allah swt. Tidak ada selain-Nya yang mengetahui. Kadang Allah swt. menimpakan sebuah musibah berupa kehilangan harta, ditinggal orang yang sangat dikasihi, kehilangan kesempatan untuk mendapat apa yang selama ini diidam-idamkan, dan lain-lain yang sangat berat bagi diri kita. Perlu diyakini, bahwa hal-hal seperti itu tidak selamanya buruk bagi kita. Karena, sekali lagi, takdir Allah swt. adalah rahasia; hanya Dia yang mengetahuinya.

Sangat mungkin hal  yang kita nilai sebagai sebuah musibah ternyata hanyalah sepotong episode yang hanya berlangsung beberapa saat. Alur cerita dalam kehidupan kita selanjutnya ternyata menyimpan banyak kejutan yang mungkin sangat membahagiakan. Tanpa ada sepotong tragedi yang memilukan itu, kejutan-kejutan tersebut mustahil terjadi. Nabi Yusuf as. dimusuhi saudaranya, dibuang, dilempar ke dalam sumur, dipungut dan dijual oleh kafilah dagang, dijadikan budak, dituduh berbuat tidak senonoh, dan akhirnya dipenjara. Tapi apa akhir semua itu? Menjadi pembesar di negeri Mesir sehingga bisa menyelamatkan nikmat Allah swt., dan mendakwahkan agama Islam kepada banyak orang.

Dari sinilah, kita hendaknya tidak bersedih dan bergundah hati ketika ditimpa musibah. Kita tidak tahu apa yang disimpan di balik takdir itu. Ridha, mencari-cari hikmah yang ada di baliknya, dan tetap berkeyakinan baik kepada Allah swt. adalah cara yang bisa ditempuh demi mendapatkan kebaikan. Keluh-kesah dan penyesalan tidak bisa merubah keadaan. Sebaliknya, akan membuat hati semakin tersiksa; dan membuat murka Allah swt. karena kurang beriman dengan takdir-Nya.

Tobat Saat Maksiat
Lalu bagaimana dengan maksiat? Setiap amal perbuatan pasti akan dibalas. Baik di dunia maupun di akhirat. “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.” [Az-Zalzalah: 7-8].

Oleh karena itu, orang yang berbuat maksiat pasti akan merasakan hal yang sangat menyakitkan. Penyelasan, rasa malu, dijauhi rekan, terkena penyakit, dan lain sebagainya. Lalu, benarkah dalam kondisi seperti ini kita menghibur diri? Bahwa di balik semua kesulitan ini ada hikmahnya?

Ini bukanlah musibah. Musibah adalah takdir, yang tidak bisa kita ketahui kenapa bisa menyambangi kita, dan akan ke mana membawa kita. Sedangkan perasaan tersiksa setelah maksiat sudah jelas sebabnya. Yaitu  Allah swt. tidak ridha karena kita berbuat maksiat, lalu menyiksa kita. Sudah jelas, Allah swt. melarang kita melakukan perbuatan itu, tapi masih kita lakukan. Kita berbuat durhaka kepada Allah swt., dan Allah swt. murka kepada kita. Dari itu, sudah jelas bagi kita bahwa kondisi ini adalah hal yang buruk. Bukan musibah yang membawa kebaikan-kebaikan kepada kita.

Karena merupakan kondisi buruk, maka hal yang seharusnya tumbuh dalam diri kita adalah perasaan sedih, menyesali diri, ingin membuangnya jauh-jauh, merasa hina di hadapan Allah swt.,  takut kepada murka-Nya, dan membulatkan tekad untuk memperbaiki diri dan tidak mendekati perbuatan maksiat itu lagi. Semua ini adalah konskwensi tobat.

Tidak ada hikmah di balik maksiat. Maksiat adalah 100% buruk. Karena maksiat adalah kedurhakan kepada Allah swt. yang sudah memberi kita banyak sekali kebaikan. Akan mengandung hikmah jika maksiat itu membuat kita bertobat, merendahkan hati, dan memperbaiki diri. Itulah hidayah. Menyadari kesalahan, lalu berusaha sekuat daya untuk memperbaikinya sehingga menjadi orang yang bertakwa. Ada seorang ulama mengatakan, “Jika Allah swt. menghendaki kebaikan bagi seorang hamba-Nya, maka Dia akan menjatuhkannya kepada maksiat yang membuatnya rendah hati.”

Maka bagaimana jadinya jika setelah berbuat maksiat, kita malah menghibur diri dan membesarkan hati? Ini tidak lain adalah tipu daya setan. Setelah berhasil menjauhkan kita dari Allah swt., dia tidak akan begitu saja membiarkan kita kembali kepada Allah swt. Dia berusaha bagaimana orang yang sudah jauh dari Allah swt., merasa nyaman dengan kondisinya. Di antaranya dengan menghiasi perbuatan maksiatnya dengan hiasan hikmah. Dengan begitu, perbuatan dosa pun tidak menakutkan, menyeramkan, dan menjijikkan lagi.

Kalau sudah demikian keadaannya, apa kita bisa meninggalkan maksiat? Atau sebaliknya kita semakin asyik melakukannya, menumpuk-numpuk dosa sehingga layak untuk menghuni neraka? Padahal semakin tebal tumpukan dosa dalam hati semakin menyulitkan hidayah Allah swt. untuk mendatanginya. Wallahu A’lam bish-shawab.By Ustadz Sofwan Abbas,M.A.


 


mabit bulanan di masjid al insan

mabit bulanan  di masjid al insan 
28 Maret 2014













الكرامة



الكرامة
إخواني الأحباء رحمكم الله...
لو سألنا أحداً, أيهما تختار بين العزة عند الله أو عند الناس, طبعاً سنجيب العزّة عند الله, ولكن قد تخدعنا لذة الدنيا بالكرامة.
علينا أن نحتذر من عزة أو كرامة الدنياوية..لأن العزة كلها لله وحده, وهي لا تأتي من المخلوق ولا الأموال ولا الغنيمة أو الزينة الفانية. وهي أيضالا تأتي أو تطلع من كثرة العلوم. وهي لا تحضر من المهن, ولا درجات أو المنازل, ولو كانت من النزلة العالية ثم من أين تأتي؟ إنها لن تأتي الا أحد إلا إذا أعزّة الله بعزته. كما قال الله تعالى في كتابه الكريم :
            "إنَّ العِزْةَ لِلّهِ جَمِيْعاً (يونس: 63)
وكذالك, قصّه لنا الإمام ابن القيّم الجوزي رحمه الله, كان في ذات يومٍ و قال: إني رأيت رجلاً, كان ينهي أوقاته أو عمرة لطلب العلم حتى صار شيوخا, ولكن ما له من الكرامة أو العزة عند قلوب الناس, لا يحبه الناس ولو كان مليئا بالعلم, وأيضاً إني رأيت رجلاًيتقرب الى الله وينهي وقت شبابه بالخيرات,مع أنه ليس له علوم كثيرة كما يستحق الرجل الأول. ولكن لقد أعلاه اله درجاته في قلوبكثير من الناس, هم يحتريمه ويتذر كل حسناته بل يقول بعضهم أن حسنته أكثر من حسنت الرجل الأول.
إذن, لا يُغني منه شيئا, واعلموا... أن عزة الخالق معلقة بعزة عبده إليه.

إخواني الأحباء رحمكم الله...
قد تكون ال‘زة الدنياوية تغفلنا كثيرا, بها نفرح و نتفخر بما آتانا و ننسى كل شيئ فقط لاأجل هذه الكرامة أو شرف عند الناس, كما قال عمر بن الخطاب أيضاً, كنا من الحقراء, ثم أعزّنا الله بالإسلام, لو لا نرجو العزة من غير الإسلام, ليحقرنا الله أسوء من قبل,ممن كلامه هذا يزيدعمر رضي الله عنه أن يغرس اليقين في قلوبنا, بأن العزة عند الله هي أساس القوة, الحماسة, التفائل ويكون شرطاً للفوز. ولذلك كان الصحابة كلهم يجعلون الله الغاية الأولى, حيث ربيعة بن كعب, وهو الشاب من الصحابة و من الفقراء, كان الرسول صلى الله عليه وسلم سأله عمّا يريد منه, و ماذا قال, فقال  لرسول الله صلى الله عليه وسلم بأنه يريد أن يرافق الرسول صلى الله عليه وسلم الى الجنة, فمن هنا كانت غاية الصحابة لها حماسة قوية لله.
و من هذه كلها, نعلم أن خيرزاد التقوى. والتقوى لا بد أن يكون في اأنفسنا لنسير في هذا السبيل, سبيل الحياة,أدي حق الله, فالله يسأدي حقنا, أعز الله, أعزنا الله بعزته إن شاء الله. ولكن كيف الطريقة ؟ هي التقرب إلى الله, نطيع كل أوامر الله نبتعيد عنالمنهيات.

حي  بنا نتقرب الى الله, نتعرف بهبه معرفةً عميقة, بل نجر ي لنصل الى نوره. لأن إذا كثرت خطوتنافي التقرب إليه, فالله يقرب نا أكثر.
عن أبي هريرة رضيالله عنه قال: قالل النبي صلى الله عليه وسلم يقول الله تعالى: أنا عند ظن عبدي بي و أنا معه اذا ذكرني, فإن ذكرني في نفسه, ذكرته في نفسي. فإن ذكرني في ملاء خير منهم وإن تقرب الي شبرا تقربت إليه ذراعاً, و إن تقرب الي ذراعا تقربت إلبه باعا, وإن أتاني يمشي أتيتههرولة.
عسى الله أن يجعلنا من المؤمنين حقا, أعزني الله وإياكم جميعا . شكرا والسلام عليكم.   
الكاتب : رحمة زبير من الدفعة الثامنة

Ibnu Sina Bapak Kedokteran Dunia


Ibnu Sina, Bapak Kedokteran Dunia


            Dunia Islam memanggilnya dengan nama Ibnu Sina. Namun di kalangan orang-orang Barat, ia dikenal dengan panggil an Avicenna. Ia merupakan seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter pada abad ke-10. Selain itu, Ia juga dikenal sebagai seorang penulis yang produktif.

            Dan sebagian besar karyanya adalah tentang filsafat dan pengobatan. Bagi banyak orang, Ibnu Sina adalah Bapak Pengobatan Modern. Selain itu, masih banyak lagi sebutan lainnya yang ditujukan padanya, terutama berkaitan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib atau The Canon of Medicine yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.

            Ibnu Sina lahir pada tahun 370 H/ 980 M di Afsyanah, sebuah kota kecil di wilayah Uzbekistan saat ini. Ayahnya yang berasal dari Balkh Khorasan adalah seorang pegawai tinggi pada masa Dinasti Samaniah (204-395 H/819-1005 M)

            Sejak kecil, Ibnu Sina sudah menunjukkan kepandaian yang luar biasa. Di usia 5 tahun, ia telah belajar menghafal Alquran. Selain menghafal Alquran, ia juga belajar mengenai ilmu-ilmu agama. Ilmu kedokteran baru ia pelajari pada usia 16 tahun. Tidak hanya belajar mengenai teori kedokteran, tetapi melalui pelayanan pada orang sakit dan melalui perhitungannya sendiri, ia juga menemukan metode-metode baru dari perawatan.

            Profesinya di bidang kedokteran dimulai sejak umur 17 tahun. Kepopulerannya sebagai dokter bermula ketika ia berhasil menyembuhkan Nuh bin Mansur (976-997), salah seorang penguasa Dinasti Samaniah. Banyak tabib dan ahli yang hidup pada masa itu tidak berhasil menyembuhkan penyakit sang raja.

            Sebagai penghargaan, sang raja meminta Ibnu Sina menetap di istana, paling tidak untuk sementara selama sang raja dalam proses penyembuhan. Tapi Ibnu Sina menolaknya dengan halus, sebagai gantinya ia hanya meminta izin untuk mengunjungi sebuah perpustakaan kerajaan yang kuno dan antik. Siapa sangka, dari sanalah ilmunya yang luas makin bertambah.

            Ibnu Sina selain terkenal sebagai orang yang ahli dalam ilmu agama dan kedokteran, ia juga ahli dalam bidang matematika, logika, fisika, geometri, astronomi, metafisika dan filosofi. Pada usia 18 tahun, Ibnu Sina memperoleh predikat sebagai seorang fisikawan.

            Tak hanya itu, ia juga mendalami masalah-masalah fikih dan menafsirkan ayat-ayat Alquran. Ia banyak menafsirkan ayat-ayat Alquran untuk mendukung pandangan-pandangan filsafatnya.

            Ketika Ibnu Sina berusia 22 tahun, ayahnya meninggal. Setelah kematian ayahnya ia mulai berkelana, menyebarkan ilmu dan mencari ilmu yang baru. Tempat pertama yang menjadi tujuannya setelah hari duka itu adalah Jurjan, sebuah kota di Timur Tengah. Di sinilah ia bertemu dengan seorang sastrawan dan ulama besar Abu Raihan Al-Biruni. Ia kemudian berguru kepada Al-Biruni.

            Setelah itu Ibnu Sina melanjutkan lagi perjalanannya untuk menuntut ilmu. Rayy dan Hamadan adalah kota selanjutnya, sebuah kota dimana karyanya yang spektakular Qanun fi Thib mulai ditulis. Di tempat ini pula Ibnu Sina banyak berjasa, terutama pada raja Hamadan. Seakan tak pernah lelah, ia melanjutkan lagi pengembaraannya, kali ini daerah Iran menjadi tujuannya. Di sepanjang jalan yang dilaluinya itu, banyak lahir karya-karya besar yang memberikan manfaat besar pada dunia ilmu kedokteran khususnya.

            Tentu tak berlebihan bila Ibnu Sina mendapat julukan Bapak Kedokteran Dunia. Karena perkembangan dunia kedokteran awal tidak bisa terlepas dari nama besar Ibnu Sina. Ia juga banyak menyumbangkan karya-karya asli dalam dunia kedokteran. Dalam Qanun fi Thib misalnya, ia menulis ensiklopedia dengan jumlah jutaan item tentang pengobatan dan obat-obatan. Ia juga orang yang memperkenalkan penyembuhan secara sistematis, dan ini dijadikan rujukan selama tujuh abad lamanya.

            Ibnu Sina pula yang mencatat dan menggambarkan anatomi tubuh manusia secara lengkap untuk pertama kalinya. Dan dari sana ia berkesimpulan bahwa, setiap bagian tubuh manusia, dari ujung rambut hingga ujung kaki kuku saling berhubungan.

            Ia adalah orang yang pertama kali merumuskan, bahwa kesehatan fisik dan kesehatan jiwa berada kaitan dan saling mendukung. Lebih khusus lagi, ia mengenalkan dunia kedokteran pada ilmu yang sekarang diberi nama pathology dan farmasi, yang menjadi bagian penting dari ilmu kedokteran. Selain The Canon of Medicine, ada satu lagi kitab karya Ibnu Sina yang tak kalah dahsyatnya. Asy-Syifa, begitu judul kitab karya Ibnu Sina ini.

            Sebuah kitab tentang cara-cara pengobatan sekaligus obatnya. Kitab ini di dunia ilmu kedokteran menjadi semacam ensiklopedia filosofi dunia kedokteran. Dalam bahasan latin, kitab ini di kenal dengan nama Sanati.

            Ibnu Sina wafat pada tahun 428 H/1037 M di kota Hamdan, Iran. Beliau pergi setelah menyumbangkan banyak hal kepada khazanah keilmuan umat manusia. Hampir sebelas abad sudah Ibnu Sina meninggalkan kita, tapi ilmu dan karyanya sampai sekarang masih berguna.

Mendapat banyak gelar
            Kebesaran nama Ibnu Sina terlihat dari beberapa gelar yang diberikan orang kepadanya. Di bidang filsafat ia mendapat gelar asy-Syaikh ar-Rais (Guru Para Raja). Dalam bidang filsafat, ia memiliki pemikiran keagamaan yang mendalam. Pemahamannya mempengaruhi pandangan filsafatnya.

            Ketajaman pemikiran dan kedalaman keyakinan keagamaannya secara simultan mewarnai alam pikirannya. Ibnu Rusyd menyebutnya sebagai seorang yang agamis dalam berfilsafat. Sementara al-Gazali menjulukinya sebagai filsuf yang terlalu banyak berpikir.

            Seperti pendahulunya, al-Farabi (870-950 M), Ibnu Sina mengakui bahwa alam diciptakan secara emanasi (memancar dari Tuhan). Tuhan menciptakan alam dalam arti memancarkannya. Ia juga mengemukakan pemikiran filsafat tentang jiwa (annafs) dan kenabian. Ibnu Sina berpendapat bahwa nabi adalah manusia terunggul dan pilihan Tuhan. Filsuf hanya dapat menerima ilham, sedangkan nabi menerima wahyu. Oleh karena itu, ajaran nabi harus menjadi pedoman hidup manusia.

            Di bidang kedokteran ia mendapat julukan Pangeran Para Dokter dan Raja Obat. Banyak para pembesar negeri pada masa itu yang mengundangnya untuk memberikan pengobatan. Para pembesar negeri tersebut di antaranya Rtau Sayyidah serta Sultan Majdud dari Rayy, Syamsu Dawla dari Hamadan, dan Alaud Dawla dari Isfahan. Karenanya dalam dunia Islam, ia dianggap sebagai puncah atau Bapak ilmu kedokteran.

            Bukan hanya dalam filsafat dan kedokteran saja Ibnu Sina memberikan andil dan pemikirannya. Ia juga turut serta ambil bagian dan memberikan andil pada berbagai ilmu pengetahuan pada zamannya, di antaranya yang menonjol adalah ilmu astronomi. Ibnu Sina menambahkan dalam bukunya al-Magest (buku tentang astronomi) berbagai problem yang belum dibahas, mengajukan beberapa keberatan Euclides, meragukan pandangan Aristoteles tentang kesamaan bintang-bintang tak bergerak, kesamaan satuan jaraknya, dan sebagainya. Untuk itu di dalam buku Asy-Syifa, ia menguraikan bahwa bintang-bintang yang tak bergerak tidak berada pada satu globe.

            Ibnu Sina juga banyak membuat rumusan-rumusan tentang pembentukan gunung-gunung, barang-barang tambang, di samping menghimpun berbagai analisis tentang fenomena atmosfer, seperti angin, awan, dan pelangi. Sementara orang yang sezaman dengannya tidak mampu menambahkan sesuatu ke dalam bidang penelitian mereka.

Karya Sang Dokter
            Sepanjang hayatnya, Ibnu Sina banyak menulis berbagai macam karya yang berkaitan dengan bidang yang ditekuninya. Jumlahnya mencapai 250 karya, baik dalam bentuk buku maupun risalah.

Karya-karyanya itu antara lain :
Qanun fi Thib
            Kitab ini ditulis ketika ia menuntut ilmu di Rayy dan Hamadan. Qanun fi Thib yang dalam bahasa Inggris telah diterjemahkan dengan nama The Canon of Medicine, berisi tentang berbagai macam cara penyembuhan dan obat-obatan. Didalamnya tertulis jutaan item tentang pengobatan dan oabt-obatan. Karena itu, ada pula yang menamakan kitabnya ini sebagai Ensiklopedia Pengobatan.

Al-Magest
            Buku ini berkaitan dengan bidang astronomi. Diantara isinya, bantahan terhadap pandangan Euclides, serta meragukan pandangan Aristoteles yang menyamakan bintang-bintang tak bergerak. Menurutnya, bintang-bintang yang tak bergerak tidak berada dalam satu globe.

Asy-Syifa
            Dalam buku Asy-Syifa ini, Ibnu Sina juga menuliskan tentang masalah penyakit dan pengobatan sekaligus obat yang dibutuhkan berkaitan dengan penyakit bersangkutan. Sama seperti Qanun fi Thib, kitab Asy-Syifa ini juga dikenal dalam dunia kedokteran sebagai Ensiklopedia filosofi dunia kedokteran. Kitab ini terdiri dari 18 jilid.

De Conglutineation Lagibum
            Kitab ini ditulis dalam bahasa latin, yang membahas tentang masalah penciptaan alam. Diantaranya tentang asal nama gunung. Menurutnya, kemungkinan gunung tercipta karena dua sebab. Pertama, menggelembungnya kulit luar bumi lantaran goncangan hebat gempa. Dan kedua, karena proses air yang mencari jalan untuk mengalir. Proses itu mengakibatkan munculnya lembah-lembah bersama dan melahirkan penggelembungan pada permukaan
bumi.By Republika

IBNU AL BANNA AL MARRAKUSHI MATEMATIKUS LEGENDARIS


IBNU AL BANNA AL MARRAKUSHI
Ibnu al-Banna al-Marrakushi dikenal sebagai matematikus Muslim legendaris dari Maroko pada abad ke-13 M. Kontribusinya bagi pengembangan matematika sungguh sangat tak ternilai.
            Lewat  kitab yang ditulisnya bertajuk Talkhis Amal al-Hisab (Ringkasan dari Operasi Aritmatika) dan Raf al-Hijab, ia memperkenalkan beberapa notasi matematika yang membuat para para sejarawan sains dan ilmuwan percaya bahwa simbolisme Aljabar pertama kali dikembangkan peradaban Islam.
            Menurut sejumlah catatan sejarah, al-Banna dan al-Qalasadi merupakan penemu notasi matematika. Dedikasinya dalam mengembangkan matematika telah diakui dunia. Untuk mengenang jasa-jasanya bagi kemajuan matematika, para ilmuwan dunia mengabadikan namanya di salah satu kawah bulan yang diberi nama al-Marrakushi. 
            Al-Banna pun menjadi satu dari 24 ilmuwan Muslim legendaris yang namanya diabadikan di kawah bulan. Matematikus Muslim kesohor itu bernama lengkap Abu'l-Abbas Ahmad bin Muhammad bin Utsman al-Azdi. Dalam catatan sejarah, tidak ada keterangan dengan jelas apakah al-Banna lahir di kota Marrakesh atau di wilayah yang diberi nama Marrakesh, Maroko oleh bangsa Eropa.
            Ada pula yang menyebut al-Banna terlahir di Granada di Spanyol dan kemudian hijrah ke Afrika Utara untuk mendapatkan pendidikan dan pengalaman hidup. Yang pasti, menurut sejarawan matematika JJ O'Connor dan EF Robertson,  al-Banna menghabiskan sebagian besar hidupnya di Maroko.
            Al-Banna lahir pada Desember 1256. Saat itu, Suku Banu Marin di Maroko merupakan sekutu Kekhalifahan Umayyah di Cordoba, Spanyol. Suku tersebut kemudian tinggal di bagian timur Maroko di bawah kepemimpinan Abu Yahya. Mereka mulai menaklukkan daerah-daerah di sekitarnya. Suku Banu Marin menaklukan Fez pada 1248 dan menjadikan wilayah tersebut sebagai ibu kota.
            Kemudian mereka menaklukan Marrakesh dari kekuasaan suku Muwahhidun yang berkuasa pada 1269.  Dengan demikian Suku Banu Marin mengambil alih kekuasaan di seluruh Maroko. Setelah mereka berhasil menaklukkan Maroko, Banu Marin mencoba membantu Granada untuk mencegah kemajuan peradaban Kristen.
Hubungan erat antara Granada dan Maroko itulah yang membuat para sejarawan kesulitan untuk menjelaskan dan  mengetahui secara pasti asal al-Banna. Menurut O'Connor dan Robertson, al-Banna menyelesaikan studinya di Maroko. Matematika adalah bidang studi yang disukainya.
            Saat itu, matematika merupakan ilmu favorit. Al-Banna sangat cinta dengan geometri serta memiliki ketertarikan untuk mempelajari Elemen Euclid. Ia juga mempelajari angka-angka pecahan dan belajar banyak dari orang-orang Arab yang telah menciptakan matematika s400 tahun sebelumnya.  Menurut O'Connor, suku Banu Marin memiliki budaya yang kuat untuk belajar serta mencari ilmu pengetahuan.
            Banu Marin juga menjadikan Kota Fez sebagai pusat studi dan kebudayaan Islam. Di Universitas Fez, al-Banna mengajarkan semua cabang ilmu matematika termasuk diantaranya; aritmatika, Aljabar, geometri dan astronomi. Fez merupakan kota yang berkembang dengan pesat. Di kota itu berdiri dengan megah istana kesultanan, madrasah, universitas, serta, masjid yang megah.
            Selama mengajar di universitas di kota Fez, al-Banna mengembangkan komunitas akademis. Ia memiliki begitu banyak murid.  Hal ini menunjukkan pengaruh  al-Banna yang sangat kuat di mata muridnya. Komunitas akademis itu melakukan studi dan diskusi dalam mengembangkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan, khususnya matematika.
            Al-Banna merupakan penulis yang sangat produktif. Dia telah melahirkan sejumlah karya besar dan legendaris. Tak kurang  terdapat 82 karya al Banna yang didaftar oleh Renaud. Namun tidak semua karya al Banna berupa tulisan tentang ilmu matematika, meskipun kebanyakan karyanya adalah matematika.
            Dia menulis buku berisi pengantar Elemen Euclid. Selain itu, menulis sebuah teks tentang Aljabar, dan menulis berbagai karya tentang astronomi. Para sejarawan sains mengaku kesulitan untuk mengetahui secara pasti jumlah karya asli al-Banna. Pasalnya, dia juga banyak menyadur buku karya matematikus Islam terdahulu. Kini, sebagian karya al-Banna telah hilang.
            Dalam membuat karyanya, al-Banna memang mendapatkan banyak pengaruh dari para ahli matematika Arab sebelumnya. Al-Banna merupakan orang pertama yang mempertimbangkan pecahan sebagai perbandingan antara dua angka dan dia adalah orang pertama yang menggunakan ekspresi almanak,  dalam sebuah karya yang berisi data astronomi dan meteorologi.
            Karya al-Banna yang paling terkenal adalah Talkhis Amal al-Hisab (Ringkasan dari Operasi Rritmatika) dan Raf al-Hijab. Kedua buku itu  berisi komentar-komentar al-Banna terhadap karyanya Talkhis amal al-Hisab. Dalam karyanya itu, al-Banna memperkenalkan beberapa notasi matematika yang membuat para ilmuwan percaya bahwa simbolisme aljabar pertama kali dikembangkan matematikus Islam yakni al-Banna dan al-Qalasadi.
            Dalam buku Raf al-Hijab, al-Banna menjelaskan berbagai macam pecahan matematika dan mereka terus digunakan untuk menghitung perkiraan dari nilai akar kuadrat. Hasil menarik lainnya terdapat pada seri menjumlahkan hasil. Berikut contoh rumus matematika yang dikembangkan al-Banna.
13 + 33 + 53 + ... + (2n-1)3 = n2(2n2 - 1) dan
12 + 32 + 52 + ... + (2n-1)2 = (2n + 1)2n(2n - 1)/6.
            Mungkin yang paling menarik dari karya al Banna adalah bekerjanya koefisien binomial yang dijelaskan secara rinci dalam bukunya tersebut. Al -Banna menunjukkan bahwa:

pC2 = p(p-1)/2
lalu
pC3 = pC2(p-2)/3.
Memang hal itu sulit dijelaskan tetapi akhirnya al-Banna menerangkan bahwa:
pCk = pCk-1(p - (k - 1) )/k.
sehingga hasilnya
pCk = p(p - 1)(p - 2)...(p - k + 1)/(k !)
            Sebenarnya karya al Banna merupakan langkah kecil dari hasil segitiga Pascal yang tiga abad sebelumnya dijelaskan al-Karaji.  Meski begitu, ada sesuatu yang lebih fundamental dari pada segitiga Pascal, hasil itu justru merupakan kombinatorial eksposisi al-Banna, bersama-sama membentuk hubungan antara angka dan kombinasi poligonal.
Adikarya Sang Legendaris
            Sebelum menjadi matematikus hebat,  al-Banna lebih banyak  belajar ilmu-ilmu tradisional seperti, bahasa Arab, Tata Bahasa (nahwu  dan sharf), hadis, fikih, tafsir Alquran di kampung halamannya. Setelah itu,  ia diperkenalkan dengan matematika dan ilmu kedokteran oleh guru-guru pembimbingnya.
            Al-Banna diketahui pernah dekat dengan Saint Aghmat, Abu Zayd Abdur Rahman al-Hazmiri yang kemudian dikenal  sebagai orang yang selalu mengarahkan dan memanfaatkan pengetahuan matematika Ibnu al-Banna untuk tujuan yang bersifat ramalan.
            Al-Banna juga menjadi salah seorang yang mampu menguraikan atau menjabarkan prinsip-prinsip perhitungan dari bentuk-bentuk ghubar (hisab ghubar adalah suatu metode perhitungan yang berasal dari Persia).
            Dia juga menjadi seorang figur yang sangat legendaris dan dikenal sebagai saintis yang ajaib. Betapa tidak. Kecerdasan dan kemampuannya sangat luar biasa  dan mampu melebihi manusia pada umumnya. Hal ini dia lakukan dengan menerapkan ilmu pengetahuan ilmiahnya. Meskipun demikian, para biografer memuji kerendahan hatinya dan kesalehannya sebagai hamba Allah SWT.
             Dia mempunyai sifat dan tingkah laku yang sangat baik dan santun. Karya-karya al-Banna sebenarnya lebih dari 80 judul dengan berbagai macam variasi ilmu pengetahuan yang berbeda-beda. Karya-karyanya itu meliputi ilmu tata bahasa (nahwu), bahasa retorika, fikih, ushulluddin (perbandingan agama), tafsir Alquran, logika, pembagian warisan (al-farai’d), ramalan, astronomi, meteorologi dan matematika, juga termasuk sebuah resume karya Imam al-Ghazali, “Ihya’ Ulumuddin”.
            Namun hanya sebagian karyanya yang dapat bertahan sampai sekarang ini. Di antara karya-karyanya tersebut antara lain; Talkhis fi Amal al-Hisab, Risalah fi Ilm al-Masaha, al-Maqalat fi al-Hisab,Tanbih al-Albab, Mukhtashar Kafi li al-Mutallib, Kitab al-Ushul al-Muqaddamat fi al-Jabr wa al-Muqabala, Kitab Minhaj li Ta’dil al-Kawakib, Qanun li Tarhil asy-Syams wa al-Qamar fi al-Manazil wa ma Kifat Auqat al-Lain wa al-Nahar, Kitan al-Yasar Taqwim al-Kawakib as-Sayyara, Madkhal an-Nujum wa Taba’i al-Huruf, Kitab fi Ahkam al-Nujum, juga Kitab al-Manakh.
            Dari sekian banyak karyanya, yang paling penting adalah Talkhis fi Amal al-Hisab, yang menjadi perhatian para ilmuwan. Karyanya itu juga telah diterjemahkan oleh A Marre, dan diterbitkan secara terpisah, di Roma pada 1865. Sebagai seorang ilmuwan yang hebat, al-Banna pernah mendapat penghargaan yang tinggi dari Ibnu Khaldun.
            Ibnu Khaldun berharap agar karya-karya al-Banna dapat dikembangkan para ilmuwan  sepeninggalnya.
Dari artikel terpercaya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
kata mutiara islam
save gaza

Download Artikel, Ebook dan Buku Islami

NOKATEGORI NAMA FILE JENIS FILE  DOWNLOAD
1Ushul Fiqh  Muqoddimah Ushul Fiqh
Power Point
Download
2Ushul Fiqh  Al-Hukmu
Power Point
Download
3Ushul Fiqh  Dalil Hukum Al-Quran, Sunah dan Ijma
Power Point
Download
4Ushul Fiqh  Madzhab Fiqh Empat
Power Point
Download
5Ushul Fiqh  Menyikapi Perselisihan dalam Fiqh
Power Point
Download
6Ushul Fiqh  Sebab Ikhtilaf Fiqh
Power Point
Download
7Ushul Fiqh  Qiyas
Power Point
Download
8Ushul FiqhAl-Istihsan
Power Point
Download
9Ushul Fiqh  Fiqh Liburan dan Bersenang-senang
Power Point
Download
10Ushul Fiqh  Maslahah Mursalah 1
Power Point
Download
11Ushul FiqhMaslahah Mursalah 2
Power Point
Download
12Ushul FiqhSad Ad-Darai'
Power Point
Download
13Ushul FiqhAl-Urf
Power Point
Download
14Ushul FiqhQoul Shohabi
Power Point
Download
15Ushul FiqhAs-Syar'u Man Qoblana
Power Point
Download
16Ushul FiqhAl-Ishtishab
Power Point
Download
17AqidahMengimani Hari Akhir
Power Point
Download
18AqidahMengukur Ketaqwaan
Power Point
Download
19AqidahMakna Aqidah
Power Point
Download
20Ilmu WarisKajian Ilmu Waris
Power Point
Download
21Tsaqofah IslamiyahUrgensi Membaca
Power Point
Download
22Tsaqofah IslamiyahHukum Menepati Janji
Power Point
Download
23Tsaqofah IslamiyahLapang Dada
Power Point
Download
24Tsaqofah IslamiyahFiqh Qurban Amal Dzul Hijjah
Power Point
Download
25Tsaqofah IslamiyahMenjaga Amanah
Power Point
Download
26Tsaqofah IslamiyahAktualisasi Nilai-nilai Hijrah
Power Point
Download
27Tsaqofah IslamiyahAir dan Kesehatan
Power Point
Download
28Tarbawi dan Da'awiPribadi yang Bersyukur
Power Point
Download
29Tarbawi dan Da'awiDakwah dan Risalah
Power Point
Download
30Manhaj Tarbiyah 1Tafsir WordDownload
31Manhaj Tarbiyah 1AqidahWordDownload
32Manhaj Tarbiyah 1HaditsWordDownload
33Manhaj Tarbiyah 1SirahWordDownload
34Manhaj Tarbiyah 2AqidahWordDownload
35Manhaj Tarbiyah 2HaditsWordDownload
36Manhaj Tarbiyah 2SirahWordDownload
37Manhaj Tarbiyah 2Fiqh DakwahWordDownload
38Materi RamadhanModul Ceramah RamadhanWordDownload
39Materi RamadhanPanduan RamadhanWordDownload
40Fiqh Halal dan HaramPower PointDownload
41Tsaqofah Islamiyah Ushul Isyrin Zaidan Pdf Download
42Tsaqofah Islamiyah Syarh Ushul IsyrinPower PointDownload
43Tsaqofah Islamiyah 7 Jenis KepribadianPower PointDownload
44Tsaqofah Islamiyah Arti KerjaPower Point Download
45Tsaqofah Islamiyah Seputar Hari Jum'atPower Point Download
46Tsaqofah Islamiyah Seandainya Qur'an Dapat BerbicaraPower Point Download
47Tsaqofah Islamiyah Sebuah Renungan Tentang SholatPower Point Download
48Tsaqofah Islamiyah Solusi Problematika UmatPower Point Download
49Tsaqofah Islamiyah Tawakkal yang SebenarnyaWordDownload
50Tsaqofah Islamiyah Teknik Presentasi EfektifPower Point Download
51Tsaqofah Islamiyah Training Bahasa KomunikatifPower Point Download
52DakwahDakwah BerkahPower Point Download
53Dakwah Motivasi DakwahPower Point Download
54Dakwah Retorika DakwahPower Point Download
55Dakwah Success Story - Dakwah FardiyahPower Point Download
56EkonomiPasar MonopoliPower Point Download
57TarbiyahMenghafal Al-Qur'anPower Point Download
58TafsirTafsir Surat Al-MaunPower Point Download
59Tafsir Tafsir Surat Al-QoriahPower Point Download
60Tafsir Tafsir Surat Al-BayyinahPower Point Download
61Tafsir Tafsir Surat Al-BurujPower Point Download
62Tafsir AnakAr-Rosyad bag.1WordCanceled
63Tafsir AnakAr-Rosyad bag.2WordCanceled
64Tafsir AnakAr-Rosyad bag.3WordCanceled
65Tafsir AnakAr-Rosyad bag.4WordCanceled
66Tafsir AnakAr-Rosyad bag.5WordCanceled
67Tafsir AnakAr-Rosyad bag.6WordCanceled
68Tafsir AnakAr-Rosyad bag.7WordCanceled
69Tafsir AnakAr-Rosyad bag.8WordCanceled
70Tafsir AnakAr-Rosyad bag.9WordCanceled
71MotivasiBelajar Dari Kupu-kupuPdfDownload
72MotivasiCerita KatakPdfDownload
73MotivasiMengenal Sifat RasulullahPdfDownload
74MotivasiPahlawan KebangkitanPdfDownload
75MotivasiPerubahanPdfDownload
76MotivasiThe Missing PiecePdfDownload
77Ebook100 Tokoh Paling BerpengaruhRar (chm)Download
78EbookAl-Islam (Artikel-artikel Kajian Islam)Rar (chm)Download
79EbookRahasia Angka dalam Al-Qur'anRar (chm)Download
80EbookArtikel-artikel KristologiRar (chm)Download
81EbookOpini-opini IslamRar (chm)Download
82EbookAwam Menekuk Intelek LiberalRar (chm)Download
83EbookBerkenalan dengan SalafRar (chm)Download
84EbookBukti Kebenaran Al-QuranRar (chm)Download
85EbookFakta-faktaRar (chm)Download
86EbookHakikat Tersembunyi Syi'ah ImamiyahRar (chm)Download
87EbookKesesatan LDIIRar (chm)Download
88EbookTentang Lintas AgamaRar (chm)Download
89EbookMatematika Alam SemestaRar (chm)Download
90EbookMengapa Islam Membenci Syirik?Rar (chm)Download
91EbookMengungkap Rahasia Al-QuranRar (chm)Download
92EbookMualafRar (chm)Download
93EbookSejarah Bangsa IndonesiaRar (chm)Download
94EbookSejarah Teks Al-QuranRar (chm)Download
95EbookZionis - Gerakan Menaklukkan DuniaRar (chm)Download
96EbookAl-IkhwanRar (chm)Download
97EbookIslamophobiaRar (chm)Download
98EbookJourneyRar (chm)Download
99EbookKonsultasi SyariahRar (chm)Download
100Nahwu dan ShorofRingkasan Kaedah Bahasa Arab - AfghaniRar (exe)Download
101Nahwu dan ShorofAn-Nahwu Al-Wadhih bag. 1PdfDownload
102Nahwu dan ShorofAn-Nahwu Al-Wadhih bag.2PdfDownload
103Nahwu dan ShorofAn-Nahwu Al-Wadhih bag.2PdfDownload
103Nahwu dan ShorofNahwu AsasiPdfDownload
104KamusAl-Maurid (Arab - Inggris)PdfDownload
105Khutbah Idul FitriMenyongsong Babak FinalAkhir ZamanWordDownload
106Khutbah Idul FitriMenjadi Mukmin yang MengagumkanWordDownload
107Khutbah Idul FitriMenghidupkan Hati Pasca Idul FitriWordDownload
108Khutbah Idul FitriMelestarikan Nilai-nilai RamadhanWordDownload
109Khutbah Idul FitriKapitalisme di Ujung TandukWordDownload
110Khutbah Idul FitriLima Cara Memperlakukan HatiWordDownload
111AkademikKalender Akademik 2012-2013ExcelDownload
112AkademikJadwal Matkul Semester 1 2012-2013ExcelDownload
113AkademikKurikulum 2012-2013WordDownload
114Tsaqofah IslamiyahAyat Allah dalam JaninPower PointDownload
115Tsaqofah IslamiyahKemukjizatan Al-QuranPower PointDownload
116TarbiyahMemelihara Pahala IbadahPower PointDownload
117TarbiyahMengukur TakwaPower PointDownload
118TarbiyahMenunaikan AmanahPower PointDownload
119TarbiyahMenyuburkan Cinta RosulPower PointDownload
120TafsirSurat Al-FalaqPower PointDownload
121TafsirSurat Al-IkhlasPower PointDownload
122TarbiyahAmalan 10 Hari Pertama ZulhijjahPower PointDownload
123Qowaid Fiqhiyah1. MuqoddimahPower Point Download
124Qowaid Fiqhiyah2. Al-Umur Bi MaqosidihaPower Point Download
125Qowaid Fiqhiyah3. Al-Yaqin La Yazulu Bi As-SyakPower Point Download
126Qowaid Fiqhiyah4. Al-Masyaqqoh Tajlibu At-TaysirPower Point Download
127Qowaid Fiqhiyah5. Ad-Dhoror YuzalPower Point Download
128Qowaid Fiqhiyah6. Al-Adah MuhakkamahPower Point Download
129TarbiyahAkibat Menuhankan Hawa NafsuPower Point Download
130TarbiyahBerbahagia Bersama Keluarga di SyurgaPower Point Download
131TarbiyahBersegera Dalam KebaikanPower Point Download
132Tsaqofah IslamiyahIslam Rahmatan Lil AlaminPower Point Download
133Tsaqofah IslamiyahFikih QurbanWord Download
134Tsaqofah IslamiyahFikih QurbanPower Point Download
135Tsaqofah IslamiyahKurban Sehat BermanfaatPower Point Download
136TafsirKisah Maryam KecilWord Download

Update: 19 November 2012

137Tarbawi dan Daawi  Menghiasi Hidup dengan Nilai-nilai Hijrah   Power Point     Download 
138Tarbawi dan Daawi  Membangun Paradigma Akhirat Tujuan HidupPower Point Download

Update: 12/12/12

139 Tafsir dan Hadits Sunnatullah dalam Merubah Keadaan  Word    Download   
140 Tafsir dan Hadits   Sunnatullah dalam Merubah Keadaan   Power Point   Download
141 Tarbiyah dan Daawi    Singa yang Sembunyikan Kukunya  Word  Download
142 Tarbiyah dan Daawi  Menjadi Pribadi yang Tawadhu   Word    Download
143 Tsaqofah Islamiyah Gila Tanpa Sadar   Word    Download
144 Tsaqofah Islamiyah Tuhan Itu Ada Word  Download

Download Software

No
Nama Software
Kegunaan
Resume
Download
1
الموسوعة الفقهية
Ensiklopedia Fiqh Interaktif
Baca
Download
2
Time Left
Bel Sekolah Otomatis
Baca
Download
3
Al-Qur'an v1.1.3
Pencari Kata Dalam Al-Qur'an
N/A
Download
4
ArabicPad 1.4
Aplikasi untuk menulis dan meng-edit text Arabic
N/A
Download
5
Arabic Fonts
Font Arab Standar
N/A
Download
6
QuranInWord v.1.2
Plug Ins AlQuran untuk Ms-Word.
N/A
Download
7
Tafsir Al-Qur'an
Terjemah, Indeks Topik, Asbabun Nuzul
N/A
Download
8
HadistWeb 3.0
Salah satu referensi dalam mempelajari Hadits
N/A
Download
9
Belajar Tajwid
Aplikasi berbentuk flash untuk belajar tajwid dasar
N/A
Download
10
Athan (Azan) 4.2
Mendengar secara otomatis Azan pada waktunya
N/A
Download
11
Software Waris .beta
Memecahkan masalah-masalah dalm Faroidh
N/A
Download
12
Software Zakat
Menghitung zakat yang harus dikeluarkan oleh kita
N/A
Download
13
Kalender Hijriyah
Aplikasi berbentuk flash untuk belajar tajwid dasar
N/A
Download
14
Convert Calendar
Mengetahui kapan tanggal Hijriyah dan Georgian
N/A
Download
15
Panduan Shalat
Simulasi shalat ini dibuat berdasarkan buku Shifat Shalat Nabi
N/A
Download
16
Shollu 3.08.2
Memberikan peringatan, pesan atau informasi waktu sholat
N/A
Download
17
Iqro untuk anak
Simulasi shalat ini dibuat berdasarkan buku Shifat Shalat Nabi
N/A
Download

Download Audio Ceramah

Proudly present by: Ust. Amir Hamzah, Lc
** Untuk mendownload, klik kanan pada icon kemudian klik Save Link As
1 Sirah Nabawiyah 01 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
2 Sirah Nabawiyah 02 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
3 Sirah Nabawiyah 03 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
4 Sirah Nabawiyah 04 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
5 Sirah Nabawiyah 05 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
6 Sirah Nabawiyah 06 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
7 Sirah Nabawiyah 07 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
8 Sirah Nabawiyah 08 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
9 Sirah Nabawiyah 09 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
10 Sirah Nabawiyah 10 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
11 Sirah Nabawiyah 11 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
12 Sirah Nabawiyah 12 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
13 Sirah Nabawiyah 13 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
14 Sirah Nabawiyah 14 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
15 Sirah Nabawiyah 15 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
16 Sirah Nabawiyah 16 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
17 Sirah Nabawiyah 17 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
18 Sirah Nabawiyah 18 Thariq Suwaidan Arabic     [  ]
19 Tafsir QS. Ar-Rahman 01 Dr. Amir Faisol Indonesia     [  ]
20 Tafsir QS. Ar-Rahman 02 Dr. Amir Faisol Indonesia     [  ]
21 Tafsir QS. Ar-Rahman 03 Dr. Amir Faisol Indonesia     [  ]
22 Keluarga Bahagia dalam Al-Quran Dr. Amir Faisol Indonesia     [  ]
23 Tafsir-Ashabul Kahfi Dr. Ahzami S Indonesia     [  ]
24 Kiat Hidup Bahagia Dr. Ahzami S Indonesia     [  ]
25 Hijrah Menurut Pandangan Al-Quran Dr. Ahzami S Indonesia     [  ]
26 Merenungkan Hari Kebangkitan Dr. Ahzami S Indonesia     [  ]

Download Nasheed Islami

Proudly present by: Ust. Amir Hamzah, Lc
** Untuk mendownload, klik kanan pada icon kemudian klik Save Link As
1 Ya Nabi Salam Alaik Maher Zein Arabic     [  ]
2 InsyaAllah Maher Zein English     [  ]
3 Subhanaka Maher Zein English     [  ]
4 BarakAllahu Lakuma Maher Zein English     [  ]
5 Thank You Allah Maher Zein English     [  ]
6 Open Your Eyes Maher Zein English     [  ]
7 Freedom Maher Zein English     [  ]
8 Awaken Maher Zein English     [  ]
9 Hold My Hand Maher Zein English     [  ]
10 The Chosen One Maher Zein English     [  ]
11 Mawlaya Maher Zein English     [  ]
12 For The Rest of My Life Maher Zein English     [  ]
13 Palestine Will Be Free Maher Zein English     [  ]
14 I Believe Maher/Irfan English     [  ]
15 Assalamu Alaika Maher Zein Arabic     [  ]
16 Always Be There Maher Zein English     [  ]
17 Al-Hulmu Al-Islami -- Arabic     [  ]
18 Ya Quds Inna Qadimun Al-Wa'du Team Arabic     [  ]
19 Laa Tahzan Ma'aka Allah -- Arabic     [  ]

Daftar Isi Web




 
Copyright © 2011. Mahad Aly An-Nuaimy - All Rights Reserved
Template by Creating Website